Selasa, 26 Juli 2011
"Jadilah terang"
Aku selalu ingin mengatakan sesuatu.
Kau.... mungkin akan menyesal dan terduduk di naungan malam.
Memeluk tangan yang dingin dan meneteskan air mata.
Tapi bagaimanapun juga jangan lupa akan dirimu yang berharga.
Majulah ke depan dan jadilah terang.
Kadang.... Kamu harus belajar membuang kesedihan untuk bisa maju.
Belajar menggigit bibir dan menelan air mata terhadap dunia yang kejam, dan dari situ lah akan tiba fajar baru.
Aku hanya mengingat perasaan yang menjalar hari itu.
Mengikuti bunga yang mekar dengan indah di langit malam.
Mengikuti irama waltz yang terdengar dari jauh.
Harusnya kugenggam tangannya dan berdansa dengannya.
Aku kadang berpikir begitu.
Mungkin ini adalah 'Kesombongan'
Aku tidak punya kekuatan atau logika untuk itu.
Untukmembicarakan cinta aku terlalu rasional,
dan untuk membicarakan ideologi aku terlalu realistis.
Aku terlalu kosong untuk berbicara tentang impian.
Mengikuti bunga yang mekar dengan indah di langit malam.
Mengikuti irama waltz yang terdengar dari jauh.
Harusnya kugenggam tangannya dan berdansa dengannya.
Aku kadang berpikir begitu.
Mungkin ini adalah 'Kesombongan'
Aku tidak punya kekuatan atau logika untuk itu.
Untukmembicarakan cinta aku terlalu rasional,
dan untuk membicarakan ideologi aku terlalu realistis.
Aku terlalu kosong untuk berbicara tentang impian.
Dia terang yang paling cemerlang.
Aku kehilangan dia begitu saja...
Harta yang paling berharga di duniaku.
Sungguh semua itu adalah ikatan yan sangat berharga.
Begitu berharganya hingga menjadi ingatanku, kehidupanku, dan cintaku.
Itulah unsur-unsur diriku.
Aku punya nama dan kamu memanggil namaku.
Dan namaku kembali padaku dan menjadi diriku.
Ketika satu per satu mutiara yang bercahaya itu terjatuh,
karena kagetnya aku tidak terpikir untuk memungutnya,
Ingatan bisa dibengkokkan dan masa lalu selalu melimpah dan indah.
Aku tak bisa membayangkan saat kau meneteskan air matamu.
Karena kau selalu tertawa dan bercahaya.
Aku kehilangan dia begitu saja...
Harta yang paling berharga di duniaku.
Sungguh semua itu adalah ikatan yan sangat berharga.
Begitu berharganya hingga menjadi ingatanku, kehidupanku, dan cintaku.
Itulah unsur-unsur diriku.
Aku punya nama dan kamu memanggil namaku.
Dan namaku kembali padaku dan menjadi diriku.
Ketika satu per satu mutiara yang bercahaya itu terjatuh,
karena kagetnya aku tidak terpikir untuk memungutnya,
Ingatan bisa dibengkokkan dan masa lalu selalu melimpah dan indah.
Aku tak bisa membayangkan saat kau meneteskan air matamu.
Karena kau selalu tertawa dan bercahaya.
"Kita akan bertemu lagi"
Kita akan bertemu lagi. Melewati terang, di bintang yang seperti madu, di mana langit yang indah mengalir. Dunia adalah hal yang besar. Dan kita adalah kosmos kecil di dalamnya.
Ada dunia yang bernama "Kehidupan sehari-hari", dan sejarah yang bernama "Kenangan" bersama permata-permata kecil bercahaya di situ. Meski kulalui penyesalan dan sekali lagi aku dapat kembali, yang berharga tetaplah berharga.
Yang mengakhiri adalah Dia, yang kembali adalah si bocah, yang tertinggal di celah waktu dan memeluk kenangan adalah aku.
"Meski sakit, kamu bisa menjalani hidup. Karena selama hidup, aku akan ada di sisimu. Aku takkan melepaskanmu. Peganglah tanganku dan terbanglah bersama denganku. Jadi sekarang, meski kita berpisah, meski lupa, kau boleh tidak menangis. Karena waktu akan berlalu dengan cepat. Dan kita akan segera bertemu lagi."
Menjelang kepergianmu aku duduk di taman itu dan menangis. Gemerisik dedaunan terdengar seperti suara hujan saat aku menutup mata. Itu aneh sekali. Dan ketika aku membuka mata, langit dengan cahayanya yang menyilaukan ada di situ.
Kamis, 21 Juli 2011
"Nyawa"
Nyawa itu sangat berharga, seperti baterei yang membuat manusia tetap hidup.
Tapi suatu saat baterei bisa habis, begitu juga nyawa.
Kalau baterei bisa diisi ulang dengan cepat, nyawa tidak bisa semudah itu diisi ulang.
Nyawa adalah karunia Tuhan yang membuat manusia bisa hidup bertahun-tahun lamanya.
Tanpa nyawa, manusia tidak akan bisa hidup.
Tapi ada juga manusia yang menyia-nyiakannya.
Aku sedih melihat orang yang menyia-nyiakan hidupnya.
Padahal seharusnya nyawa digunakan sebaik-baiknya.
Karena itulah, aku mau terus hidup sampai nyawaku ini lelah nanti.
Tapi suatu saat baterei bisa habis, begitu juga nyawa.
Kalau baterei bisa diisi ulang dengan cepat, nyawa tidak bisa semudah itu diisi ulang.
Nyawa adalah karunia Tuhan yang membuat manusia bisa hidup bertahun-tahun lamanya.
Tanpa nyawa, manusia tidak akan bisa hidup.
Tapi ada juga manusia yang menyia-nyiakannya.
Aku sedih melihat orang yang menyia-nyiakan hidupnya.
Padahal seharusnya nyawa digunakan sebaik-baiknya.
Karena itulah, aku mau terus hidup sampai nyawaku ini lelah nanti.
Rabu, 20 Juli 2011
"Maaf, ku harus pergi"
Maaf bila aku membuatmu khawatir...
Jika hilang darimu tanpa kesan dan pesan...
Membuatmu marah, kecewa dan bersedih...
Aku seperti orang bodoh yang lari dari kenyataan...
Jangan khawatir atau merindukanku...
Meski kau menungguku hingga menangis setiap malam...
Maafkan aku, aku tak bisa kembali...
Hatiku pun terasa sakit pergi seperti ini...
Aku tak akan bisa mengatakan semuanya kepadamu...
Aku pun hanya bisa menangis kala hujan, dan tersenyum kala terik...
Sama seperti dirimu, sangat memilukan....
Mungkin ku hanya bisa mengatakan...
S'lamat tinggal kasih...
S'lamat tinggal kenangan...
S'lamat tinggal cinta...
Jika hilang darimu tanpa kesan dan pesan...
Membuatmu marah, kecewa dan bersedih...
Aku seperti orang bodoh yang lari dari kenyataan...
Jangan khawatir atau merindukanku...
Meski kau menungguku hingga menangis setiap malam...
Maafkan aku, aku tak bisa kembali...
Hatiku pun terasa sakit pergi seperti ini...
Aku tak akan bisa mengatakan semuanya kepadamu...
Aku pun hanya bisa menangis kala hujan, dan tersenyum kala terik...
Sama seperti dirimu, sangat memilukan....
Mungkin ku hanya bisa mengatakan...
S'lamat tinggal kasih...
S'lamat tinggal kenangan...
S'lamat tinggal cinta...
"The dreams"

They reveal the feeling with which they were written and are connected on the future that I draw.
Across the sky was only endless blue.
And my innocent heart was throughly charmed.
Soon I obtained wings for freedom with which I could fly.
I turn my eyes towards my desire to go to that distant sky.
From countless wishes, if only one could be granted,
I think anyone would want to seize their dreams and never be made to let go.
The dreams I had when I was a child are scribbles that don't fade.
They continue to be draw forever and are connected to the future I desire.
I heard a ringing note from a far off bell.
And in my honest heart it resounded an echo.
The light transformed into seven colors and painted an arc on the sky.
I turn my eyes towards my desire to go to that distant rainbow.
When wishes come to an end, don't forget the painful things.
There are people who will support you, so you will still be able to see your dreams.
"Remember You"
Sebuah jalinan kasih yang pernah kita lalui tak akan semudah itu dapat ku lupakan. Berjuta kenangan manis dan pahit yang telah kita lalui sering terbesit dipikiranku. Jujur saja, meski aku ingin melupakanmu, aku tak akan pernah bisa melakukannya. Kau memang sudah sangat menyakitiku dan membuatku kecewa. Tapi aku tidak terlalu pintar untuk dapat melupakanmu dan melepasmu. Aku hanya seorang yang bodoh yang hampir di setiap malam mengingatmu. Bahkan merindukan sosokmu yang dulu selalu mendekapku dari belakang. Kebodohan inilah yang hanya menyiksaku dan menyulitkan langkahku.
Aku bukanlah orang yang mudah jatuh cinta. Itu masalahku sekarang. mereka bilang aku harus jatuh cinta lagi untuk dapat melupakanmu. Tapi kenyataannya tidak semudah itu. Bagiku cinta bukanlah sebuah permainan yang sederhana. Cinta adalah hal yang rumit. Kau tidak akan hanya cukup merasa bahagia dan sedih. Kau juga akan merasa sakit, marah, kecewa, putus asa, bahkan kau akan merasa bagaimana rasanya dikhianati oleh orang yang kau cintai. Mungkin cinta akan terasa indah bila ada kejujuran dan kesetian. Tapi kata-kata itu terlalu naif untukku. Karena yang ku dapatkan hanyalah kebohongan di balik sebuah kejujuran dan pengkhianatan di balik sebuah kesetiaan.
Dulu aku tak pernah berpikir untuk pergi darimu. masih ingatkah kau dengan janji yang pernah kau ucapkan dulu? Apa bagimu itu hanyalah ucapan yang tak penting sehingga kau dapat dengan mudah mengingkarinya? Aku sama sekali tidak menyangka akan begini jadinya. Dulu kau begitu bersusah payah untuk mendapatkan cintaku. Tapi lihat sekarang apa yang kau lakukan. Jangankan memberi kabar. Kau bahkan tidak mau mengingatku lagi. Kau seolah membuangku jauh dari hidupmu. Seburuk itukah aku sehingga kau tak ingin mengenalku lagi? Aku hanya bisa tersenyum dan mendukungmu saat kau bilang kau akan melupakanku selamanya dan mencoba untuk mencintai orang lain. Kenapa kau harus mengatakan itu padaku? Aku bahkan sudah tak berarti lagi dimatamu.
Kau mungkin memang cinta pertamaku. Kau adalah orang yang sangat aku cintai dan sayangi. Kau juga orang yang selalu melindungiku. Kau yang memberiku dukungan saat aku terjatuh. Kau senyumku saat aku menangis. Kau sandaranku saat aku lelah. Kau pendengar setiaku saat aku bercerita. Kau... Kau adalah nafas yang begitu berharga bagiku. Tapi itu semua sudah berakhir saat kita berpisah. Aku tak akan menyesali apa yang sudah menjadi keputusanku. Mungkin kau begitu marah dengan keputusanku, sehingga kau ingin melupakanku sampai seperti ini.
Kita sudah lama tidak bertemu. Kau tak pernah mengirim kabar padaku. Kau juga tak pernah membalas pesanku. Kau menghilang begitu saja. Aku bingung bagaimana caraku mencarimu. Aku bahkan tidak tau alamat barumu. Ada hal yang ingin ku katakan. Ini bukan sebuah rasa penyesalan dariku. Tapi aku ingin berterimakasih padamu atas semua kebaikanmu, perhatianmu, dan pengertianmu. Aku yakin kau akan menemukan seseorang yang lebih baik nantinya. Aku hanya berharap, semoga kau tidak melupakan aku. meski hanya sedetik saja kau mengingatku.
"Remember You"
Sebuah jalinan kasih yang pernah kita lalui tak akan semudah itu dapat ku lupakan. Berjuta kenangan manis dan pahit yang telah kita lalui sering terbesit dipikiranku. Jujur saja, meski aku ingin melupakanmu, aku tak akan pernah bisa melakukannya. Kau memang sudah sangat menyakitiku dan membuatku kecewa. Tapi aku tidak terlalu pintar untuk dapat melupakanmu dan melepasmu. Aku hanya seorang yang bodoh yang hampir di setiap malam mengingatmu. Bahkan merindukan sosokmu yang dulu selalu mendekapku dari belakang. Kebodohan inilah yang hanya menyiksaku dan menyulitkan langkahku.
Aku bukanlah orang yang mudah jatuh cinta. Itu masalahku sekarang. Mereka bilang aku harus jatuh cinta lagi untuk dapat melupakanmu. Tapi kenyataannya tidak semudah itu. Bagiku cinta bukanlah sebuah permainan yang sederhana. Cinta adalah hal yang rumit. Kau tidak akan hanya cukup merasa bahagia dan sedih. Kau juga akan merasa sakit, marah, kecewa, putus asa, bahkan kau akan merasa bagaimana rasanya dikhianati oleh orang yang kau cintai. Mungkin cinta akan terasa indah bila ada kejujuran dan kesetian. Tapi kata-kata itu terlalu naif untukku. Karena yang ku dapatkan hanyalah kebohongan di balik sebuah kejujuran dan pengkhianatan di balik sebuah kesetiaan.
Dulu aku tak pernah berpikir untuk pergi darimu. Masih ingatkah kau dengan janji yang pernah kau ucapkan dulu? Apa bagimu itu hanyalah ucapan yang tak penting sehingga kau dapat dengan mudah mengingkarinya? Aku sama sekali tidak menyangka akan begini jadinya. Dulu kau begitu bersusah payah untuk mendapatkan cintaku. Tapi lihat sekarang apa yang kau lakukan. jangankan memberi kabar. Kau bahkan tidak mau mengingatku lagi. Kau seolah membuangku jauh dari hidupmu. Seburuk itukah aku sehingga kau tak ingin mengenalku lagi? Aku hanya bisa tersenyum dan mendukungmu saat kau bilang kau akan melupakanku selamanya dan mencoba untuk mencintai orang lain. Kenapa kau harus mengatakan itu padaku? Aku bahkan sudah tak berarti lagi dimatamu.
Kau mungkin memang cinta pertamaku. Kau adalah orang yang sangat aku cintai dan sayangi. Kau juga orang yang selalu melindungiku. Kau yang memberiku dukungan saat aku terjatuh. Kau senyumku saat aku menangis. Kau sandaranku saat aku lelah. Kau pendengar setiaku saat aku bercerita. Kau... Kau adalah nafas yang begitu berharga bagiku. Tapi itu semua sudah berakhir saat kita berpisah. Aku tak akan menyesali apa yang sudah menjadi keputusanku. Mungkin kau begitu marah dengan keputusanku, sehingga kau ingin melupakanku sampai seperti ini.
Kita sudah lama tidak bertemu. Kau tak pernah mengirim kabar padaku. Kau juga tak pernah membalas pesanku. Kau menghilang begitu saja. Aku bingung bagaimana caraku mencarimu. Aku bahkan tidak tau alamat barumu. Ada hal yang ingin ku katakan. Ini bukan sebuah rasa penyesalan dariku. Tapi aku ingin berterima kasih padamu atas semua kebaikanmu, perhatianmu, dan pengertianmu. Aku yakin kau akan menemukan seseorang yang lebih baik nantinya. Aku hanya berharap, semoga kau tidak melupakan aku. Meski hanya sedetik saja kau mengingatku.
Langganan:
Postingan (Atom)





