Kita akan bertemu lagi. Melewati terang, di bintang yang seperti madu, di mana langit yang indah mengalir. Dunia adalah hal yang besar. Dan kita adalah kosmos kecil di dalamnya.
Ada dunia yang bernama "Kehidupan sehari-hari", dan sejarah yang bernama "Kenangan" bersama permata-permata kecil bercahaya di situ. Meski kulalui penyesalan dan sekali lagi aku dapat kembali, yang berharga tetaplah berharga.
Yang mengakhiri adalah Dia, yang kembali adalah si bocah, yang tertinggal di celah waktu dan memeluk kenangan adalah aku.
"Meski sakit, kamu bisa menjalani hidup. Karena selama hidup, aku akan ada di sisimu. Aku takkan melepaskanmu. Peganglah tanganku dan terbanglah bersama denganku. Jadi sekarang, meski kita berpisah, meski lupa, kau boleh tidak menangis. Karena waktu akan berlalu dengan cepat. Dan kita akan segera bertemu lagi."
Menjelang kepergianmu aku duduk di taman itu dan menangis. Gemerisik dedaunan terdengar seperti suara hujan saat aku menutup mata. Itu aneh sekali. Dan ketika aku membuka mata, langit dengan cahayanya yang menyilaukan ada di situ.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar