Sebuah jalinan kasih yang pernah kita lalui tak akan semudah itu dapat ku lupakan. Berjuta kenangan manis dan pahit yang telah kita lalui sering terbesit dipikiranku. Jujur saja, meski aku ingin melupakanmu, aku tak akan pernah bisa melakukannya. Kau memang sudah sangat menyakitiku dan membuatku kecewa. Tapi aku tidak terlalu pintar untuk dapat melupakanmu dan melepasmu. Aku hanya seorang yang bodoh yang hampir di setiap malam mengingatmu. Bahkan merindukan sosokmu yang dulu selalu mendekapku dari belakang. Kebodohan inilah yang hanya menyiksaku dan menyulitkan langkahku.
Aku bukanlah orang yang mudah jatuh cinta. Itu masalahku sekarang. Mereka bilang aku harus jatuh cinta lagi untuk dapat melupakanmu. Tapi kenyataannya tidak semudah itu. Bagiku cinta bukanlah sebuah permainan yang sederhana. Cinta adalah hal yang rumit. Kau tidak akan hanya cukup merasa bahagia dan sedih. Kau juga akan merasa sakit, marah, kecewa, putus asa, bahkan kau akan merasa bagaimana rasanya dikhianati oleh orang yang kau cintai. Mungkin cinta akan terasa indah bila ada kejujuran dan kesetian. Tapi kata-kata itu terlalu naif untukku. Karena yang ku dapatkan hanyalah kebohongan di balik sebuah kejujuran dan pengkhianatan di balik sebuah kesetiaan.
Dulu aku tak pernah berpikir untuk pergi darimu. Masih ingatkah kau dengan janji yang pernah kau ucapkan dulu? Apa bagimu itu hanyalah ucapan yang tak penting sehingga kau dapat dengan mudah mengingkarinya? Aku sama sekali tidak menyangka akan begini jadinya. Dulu kau begitu bersusah payah untuk mendapatkan cintaku. Tapi lihat sekarang apa yang kau lakukan. jangankan memberi kabar. Kau bahkan tidak mau mengingatku lagi. Kau seolah membuangku jauh dari hidupmu. Seburuk itukah aku sehingga kau tak ingin mengenalku lagi? Aku hanya bisa tersenyum dan mendukungmu saat kau bilang kau akan melupakanku selamanya dan mencoba untuk mencintai orang lain. Kenapa kau harus mengatakan itu padaku? Aku bahkan sudah tak berarti lagi dimatamu.
Kau mungkin memang cinta pertamaku. Kau adalah orang yang sangat aku cintai dan sayangi. Kau juga orang yang selalu melindungiku. Kau yang memberiku dukungan saat aku terjatuh. Kau senyumku saat aku menangis. Kau sandaranku saat aku lelah. Kau pendengar setiaku saat aku bercerita. Kau... Kau adalah nafas yang begitu berharga bagiku. Tapi itu semua sudah berakhir saat kita berpisah. Aku tak akan menyesali apa yang sudah menjadi keputusanku. Mungkin kau begitu marah dengan keputusanku, sehingga kau ingin melupakanku sampai seperti ini.
Kita sudah lama tidak bertemu. Kau tak pernah mengirim kabar padaku. Kau juga tak pernah membalas pesanku. Kau menghilang begitu saja. Aku bingung bagaimana caraku mencarimu. Aku bahkan tidak tau alamat barumu. Ada hal yang ingin ku katakan. Ini bukan sebuah rasa penyesalan dariku. Tapi aku ingin berterima kasih padamu atas semua kebaikanmu, perhatianmu, dan pengertianmu. Aku yakin kau akan menemukan seseorang yang lebih baik nantinya. Aku hanya berharap, semoga kau tidak melupakan aku. Meski hanya sedetik saja kau mengingatku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar