Namaku Hana, saat ini aku baru mau memasuki bangku kuliah. Karena aku lulusan tahun ini. Ada banyak kisah yang ingin ku ceritakan saat aku masih berada di bangku SMA. Salah satunya tetang Hiroya dan Daisuke. Cerita ini tidak terlalu bagus untuk ku ingat, tapi aku ingin membaginya dengan kalian.Kisah ini berawal dari aku pertama masuk ke bangku SMA. Seperti yang kau tau, kita mendapatkan suasana baru, teman baru, guru baru, dan kehidupan baru di sekolah. Saat itu lah aku pertama kali mengenal Hiroya dan Daisuke. Entah bagaimana, Hiroya dan aku menjadi sangat dekat. Dia selalu memperhatikanku. Dia juga selalu ada untukku. Sedangkan Daisuke, dia adalah anak yang menarik. Tak ada seorang siswi pun yang tak mengaguminya. Ya.. Termasuk aku. Aku sangat mengagumi Daisuke. Daya tariknya sungguh membuatku terpikat padanya. Namun aku tak pernah bisa mengatakan hal yang sebenarnya kurasakan padanya. Hanya bertepuk sebelah tangan, ya.. Begitulah perasaanku saat itu.
Suatu saat aku merasa sangat terpuruk. Aku membutuhkan seseorang yang bisa membuatku merasa tenang dan membuatku kembali ceria. Bukannya tak ada yang memperhatikanku. Tentu Hiroya lah yang ada di sampingku saat itu. Hiroya adalah seorang yang penuh canda tawa yang menghiburku saat aku sedih. Tapi bukan dia yang kuharapkan saat itu. Aku lebih membutuhkan Daisuke, orang yang sangat ku kagumi. Daisuke itu cerdas, kaya, dan tampan. Bukan Hiroya, meskipun manis dan baik hati, Hiroya hanya sosok sederhana, gak kaya, dan gak begitu cerdas. Bagiku Hiroya bukan untuk dibandingkan dengan Daisuke. Berapa kalipun aku di suruh memilih, jelas Daisuke lah yang ku pilih. Aku memilih orang yang sama sekali nggak mencintaiku. Bodoh memang. Tapi mungkin itulah cinta. Sesuatu yang penuh kebodohan.
Berapa kalipun Hiroya datang memberikan semangat padaku, tak pernah sedikitpun ku pedulikan. Anehnya, Hiroya selalu ada meski tak ku hiraukan. Dia selalu ada saat aku sedang sedih. Dia selalu menolong di saat aku butuh pertolongan. Yang paling aneh, ketulusan yang Hiroya lakukan itu terus berlangsung selama 3 tahun. Dimulai saat aku pertama menginjak bangku SMA sampai menjelang kelulusan. Aku tak pernah mengerti mengapa ia terus bertahan. Mungkin karena waktu itu aku masih sendiri. Begitu lama Hiroya selalu ada, dan begitu lama pula kekagumanku pada Daisuke semakin menjadi. Tapi akhirnya, memang Hiroya yang harus mengalah. Kekagumanku pada Daisuke terjawab sudah. Akhirnya Daisuke menjadi pacarku.
Dan saat itu pula aku mendengar kata-kata Hiroya yang terakhir. Dia bilang, "Sampai sini aja aku ada. Selanjutnya aku percaya kamu tak perlu lagi bantuanku. Aku percaya bahwa pasanganmu adalah orang yang paling bisa membuatmu bahagia.Dan satu hal, aku bisa bahagia cukup dengan melihat senyummu saja". Aku tak bisa percaya itu akan menjadi kata-kata Hiroya untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu aku tak pernah melihat Hiroya. Tak pernah ada lagi Hiroya dengan candanya yang selalu membuatku tertawa konyol. Dia meninggalkanku untuk selamanya dalam sebuah kecelakaan di jalan raya. Hiroya tertabrak mobil saat berusaha menyelamatkan adiknya yang hendak menyebrang.
Aku sedih bukan main. Kekaguman dan rasa sayangku pada Daisuke lenyap dengan seketika. Aku rindu sosok Hiroya yang selalu menghiburku saat aku sedih. Aku butuh Hiroya yang selalu peduli. Aku ingin Hiroya kembali dengan kata-kata motivasinya. Mungkin dia hanya orang yang sederhana. Tapi kini aku sadar, cuma Hiroya yang benar-benar tulus. Dan hanya Hiroya yang selalu kubutuhkan. Tuhan, bolehkah aku memutar waktu kembali? Karena tanpa Hiroya, aku merasa tidak lengkap. I always need you, Hiroya.
END//
Tidak ada komentar:
Posting Komentar