Jumat, 10 Juni 2011

"It's not a fairy tale"

Dulu kita memang bersama. Aku bahagia bisa bersamamu. Rasanya memang tak ada lagi yang kubutuhkan selain dirimu. Aku selalu mempercayaimu. Karena kupikir itulah kunci untuk mempertahankan sebuah hubungan yang sedang kita jalin.

Tapi di balik sebuah kepercayaan, ada sebuah pengkhianatan. Suatu hari aku keluar bersama teman lamaku. Kami saling bercerita. Dan ku dapatkan cerita tentangmu. Dia begitu meyakinkan. Entahlah aku harus mempercayainya atau mempercayaimu. Dan akhirnya aku memilih untuk lebih mempercayaimu.

Sampai suatu malam kau memberiku kejutan yang tak pernah ku sangka akan begini jadinya. Aku berjalan ke arah rumahmu malam itu. Saat aku tepat berada di depan pagar rumahmu, di situlah aku melihatmu sedang berciuman dengan perempuan lain. Kau terkejut melihatku yang sedang berdiri di depan pagar rumahmu. Dan aku sadar, apa yang dikatakan temanku itu memang benar. Aku berlari meninggalkanmu bersama dengannya begitu saja.

Kau memohon maaf padaku. Dan kau mengakui semua kesalahanmu. Berkali-kali kau datang ke rumahku, namun tak pernah ku bukakan pintu untukmu. Kau pun mengirim ucapan maafmu di sms dan terus berusaha meneleponku. Aku rasa kau memang benar-benar sangat menyesal. Akhirnya ku angkat telepon darimu. Kau nampak begitu lega aku mau mengangkatnya.
Dan kau bilang, "Maafkan aku. Aku sangat menyesal. Yang ku inginkan hanya kamu. Apakah kamu mencintaiku?"
Aku jawab, "Ya"
Lalu kau bertanya, "Bisakah kau memberiku kesempatan lagi?"
Aku sempat ragu menjawabnya. Sulit sekali untuk mengatakannya. Tapi akhirnya aku menjawab, "Tidak"
Lalu aku tutup telepon darimu. Aku menangis dan terus menangis. Aku takut akan menyesali keputusanku. Kau tau betapa sakitnya aku?

Aku memiliki banyak mimpi tentang dirimu dan aku. Awal kita menjalin cinta kupikir ini akan menjadi akhir yang bahagia seperti di dongeng-dongeng yang aku dambakan. Tapi sekarang aku tau, aku bukanlah seorang putri. Dan ini bukanlah dongeng. Kenyataannya ini adalah dunia yang sangat besar, dan aku berada di suatu kota yang sangat kecil. Aku menjadi seorang pemimpi sebelum kau pergi dan membuatku terjatuh. Sekarang sudah terlambat untukmu dan kuda putihmu datang kembali padaku. Karena suatu hari nanti aku akan mencari seseorang yang akan mencintaiku dan menjagaku dengan baik.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar