Kamis, 25 Agustus 2011

"Bahagiamu, Bahagiaku Juga"

Namanya Ethelina, ia seorang gadis manis yang sangat baik hati. Meski ia agak pemalu dan agak canggung terhadap laki-laki, tapi ia adalah gadis yang penuh keceriaan. Mungkin Ethelina bukanlah gadis populer di kampusnya. Tapi ia cukup dikenal di fakultasnya karena kebaikannya. Tidak populer bukan berarti tidak memiliki teman atau sahabat. Ethelina mempunyai seorang sahabat bernama Phrisyll. Mereka sudah bersama selama mereka masih berada di bangku kelas 1 SD. Selama itu mereka terus bersahabat dan selalu mengerti satu sama lain. Berbeda dengan Ethelina, Phrisyll adalah gadis populer di kampus mereka. Sifatnya yang mudah bergaul dan energik mungkin membuatnya banyak teman. Selain wajahnya yang cantik dan tubuhnya yang tinggi langsing, Phrisyll juga seorang gadis yang cerdas. Berbagai olimpiade telah ia ikuti dan ia juarai. Tak sedikit laki-laki yang mengaguminya, dan tak sedikit perempuan yang iri padanya.

Sosok Phrisyll memang lebih dominan di banding Ethelina. Namun di balik itu semua, sebenarnya Phrisyll bisa begitu berkat Ethelina. Ia begitu menyayangi Ethelina seperti saudara perempuannya sendiri. Begitupun Ethelina. Melihat sifat Ethelina yang polos dan pemalu, sudah dapat dipastikan ia jarang bergaul dengan laki-laki. Memang sih ia sulit bergaul dengan laki-laki, tapi bukan berarti tidak ada laki-laki yang membuatnya tertarik. Ya, George namanya. George adalah teman SMA Ethelina, dan Phrisyll juga tentunya. Sudah hampir 5 tahun ini Ethelina memendam perasaannya. Bahkan Ethelina tidak berani memberitahu Phrisyll tentang perasaannya. George adalah seorang pemuda tampan, cerdas dan baik hati. Sebagai seorang atlit basket, tak heran ia terkenal di antara teman-temannya baik di SMA maupun di kampusnya. Selama itu Ethelina baru beberapa kali berbicara padanya. Itupun hanya karena mengurus kepentingan sekolah saat di ruang guru, dan tidak lebih. Ethelina sadar ini tidak akan ada perkembangan jika terus seperti ini. Ia ingin mengenal George lebih dekat. Jadi Ethelina pergi untuk memberitahu Phrisyll.

"Phrisyll, ada hal yang ingin ku sampaikan padamu"
"Benarkah? Apa itu? Aku juga ada", sambil memeluk Ethelina.
"Kalau begitu lebih baik kau dulu yang bilang", Ethelina tersenyum melihat Phrisyll sangat bersemangat.
"Apa tidak apa-apa? Baiklah, tapi sebaiknya kau tidak terkejut mendengarnya. Kau masih ingat George? Teman kita saat di SMA dulu? Aku menyukainya! Dan aku mengajaknya menjadi pasangan dansaku di acara pergelaran nanti. Bagaimana menurutmu? Apa kami akan menjadi pasangan yang cocok?"
"George? Dan kau? Sudah pasti kalian cocok. Haha.. Aku mendukungmu. Tapi sejak kapan kau suka pada George?"
"Saat pertandingan basket sebulan yang lalu. Aku jatuh cinta padanya. Maafkan aku baru ku katakan saat ini. Saat itu aku belum begitu yakin tentang perasaanku. Tapi sekarang aku yakin"
"Begitu.." Ethelina berusaha tersenyum walau saat itu hatinya terguncang.
"Ethelina? Kau kenapa? Apa ada yang salah? Apa yang ingin kau katakan? Apa ada yang tidak beres? Ayo katakan padaku"
"Ah, tidak. Tidak apa-apa. Aku hanya akan.. Aku.. Maaf, sepertinya  hari ini kita tidak bisa pulang bersama. Masih ada tugas yang harus ku kerjakan"
"Kau yakin? Aku bisa menunggumu kalau kau mau"
"Tidak Phrisyll. Tidak perlu. Kau pulanglah duluan"

Cinta? Sahabat? Ethelina terus berpikir kalau dirnya bodoh karena merasa sedih. Padahal sahabat dekatnya bahagia karena bisa dekat dengan orang yang ia cintai, meski orang itu adalah orang yang ia cintai juga. Ethelina, Phrisyll, dan George menjadi sangat dekat. Mereka sering bersama. Ethelina harus bisa menyimpan perasaannya rapat-rapat. Ethelina tidak mungkin memberitahukan yang sebenarnya pada Phrisyll, karena sekarang Phrisyll menyukai George juga. Ia merasa egois kalau ia mengatakannya, karena ia berpikir kalau ia akan melukai perasaan sahabatnya itu. Akhirnya Phrisyll dan George berpacaran. Tentu saja Ethelina merasa sedih, tapi di lain sisi Ethelina pun bahagia karena sahabatnya memiliki seorang pacar. Ethelina tidak bisa berbuat apapun, ia hanya bisa ikut tersenyum dan mengucapkan selamat pada mereka berdua. "Tidak apa-apa, George memang lebih cocok dengan Phrisyll. Aku bahagia bisa melihat mereka bersama. Mungkin memang inilah yang terbaik. Phrisyll, kau harus tau. Bahagiamu, bahagiaku juga", begitu pikir Ethelina.



Phrisyll selalu bercerita tentang George pada Ethelina. Awalnya itu sangat menyakitkan baginya, tapi sekarang tidak. Ethelina sudah bisa menerima dengan tulus hubungan mereka. Phrisyll memang benar-benar mencintai George. Ethelina tau pasti akan hal itu. Semula, semuanya bisa berjalan lancar. Sampai suatu malam diam-diam tanpa sepengetahuan Phrisyll, George datang ke rumah Ethelina dan menyatakan cinta padanya. Tentu saja Ethelina sangat terkejut mendengar ucapan George pada malam itu. Ethelina bingung jawaban apa yang seharusnya ia berikan pada George.

"Ethelina, aku tau kau juga menyukaiku. Dan aku pun begitu. Kau ingat saat kita mengobrol di ruang guru dulu? Saat itu kau tertawa karena aku salah mengisi formulir dan dimarahi pak guru. Entah mengapa aku jatuh cinta padamu. Sejak saat itu aku selalu ingin mengenalmu lebih dekat, tapi aku begitu gugup saat berdekatan denganmu. Padahal selama ini aku tidak pernah besikap seperti itu selain padamu. Aku menyukaimu. Bahkan alasan aku masuk ke Universitas ini hanya karena ingin berada di satu kampus denganmu. Aku senang tiap kali kau menontonku bertanding. Mau kah kau menjadi pacarku?"
"Ta...tapi itu dulu. A..aku tidak bisa George. Bagaimana dengan Phrisyll? Kalian kan pacaran, bukankah kau mencintai Phrisyll?"
"Aku menjadikannya pacar agar aku bisa dekat denganmu. Maafkan aku karena sudah memanfaatkan sahabatmu. Tapi aku tidak ingin ini terus berlanjut. Aku tidak ingin hanya bisa menjadi temanmu dan bermesraan dengan perempuan lain di depan perempuan yang ku sukai"
"Tapi Phrisyll sangat mencintaimu. Aku tidak ingin menyakitinya. Dulu aku memang sangat menyukaimu, tapi tidak untuk saat ini. Aku sudah merelakan kau untuk Phrisyll."
"Lalu bagaimana denganku? Aku masih tetap menyukaimu. Aku akan memutuskan hubunganku dengan Phrisyll malam ini juga"
"George, kau tidak boleh seperti ini. Aku akan sangat membencimu kalau kau berani melukai hatinya"
"Cepat atau lambat, Phrisyll pun akan mengetahuinya. Aku akan memberitahunya pelan-pelan. Jadi tolong pertimbangkan lagi perasaanku ini. Aku ingin menjadi pacarmu Ethelina, sejak dulu. Tidurlah yang nyenyak. Selamat malam"

Membingungkan bukan? Ya, tentu saja Ethelina tidak bisa tidur malam itu. Ia terus berpikir apa yang harus ia katakan pada Phrisyll tentang hal ini. "Aku menyukai George, tapi aku tidak ingin menyakiti Phrisyll. Aku menyayanginya seperti saudaraku sendiri. Aku tidak mungkin mengkhianatinya. Cinta dan Sahabat, mana yang harus ku pilih? Aku mungkin memang yang lebih dulu menyukai George, tapi bukan berarti aku bisa melukai sahabatku", begitu pikir Ethelina. Akhirnya ia memutuskan untuk menjauhi keduanya. Ethelina tidak bisa melihat wajah Phrisyll karena ia merasa amat jahat padanya. Sedangkan George, Ethelina tidak ingin perasaannya goyah karena ucapan George malam itu. Lama kelamaan Phrisyll merasakan ada yang berbeda dari mereka berdua. Perasaan curiga mulai muncul saat George akhirnya meminta hubungan mereka berakhir. Dan saat itu terjadi, Ethelina masih terus menghindarinya. Phrisyll yang tidak ingin menuduh macam-macam malamnya datang ke rumah Ethelina untuk curhat dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi. Tapi situasi menjadi buruk saat Phrisyll melihat Ethelina membukakan pintu pagarnya untuk George dan George langsung memeluknya."Apa yang mereka lakukan? Jadi selama ini mereka bermain di belakangku? Bagaimana mungkin Ethelina tega berbuat seperti ini padaku? Mereka berdua brengsek!", pikir Phrisyll sambil menangis. Lalu ia pergi tanpa mendatangi mereka berdua.

PLAK!! Tamparan keras dari Ethelina mendarat di pipi George.
"Apa yang kau lakukan George?"
"Ethelina, aku sudah putus dengan Phrisyll. Sekarang jadilah pacarku"
"Apa? Kau..kau putus dengan Phrisyll? Kapan?"
"Baru saja, sebelum aku pergi kerumahmu. Ethelina, dengar. Aku tidak mencintai Phrisyll. Aku hanya mencintaimu"
"Ba...bagaimana mungkin kau bisa... Alasan apa yang kau berikan pada Phrisyll?"
"Aku bilang padanya kalau selama ini aku tidak mencintainya, aku mencintai perempuan lain"
"Apa katamu?! Kau sungguh keterlaluan George! Kau tau apa yang kau lakukan? Kau melukai sahabatku! Kau benar-benar membuatku membencimu. Aku sangat kecewa padamu. Pulanglah!" BRAK!! Ethelina menutup pintu pagar.
"Ethelina, tu..tunggu Ethelina. Dengarkan aku. Tolong dengarkan aku. Aku mohon buka pagarnya"

Malam itu Ethelina terus mencoba menghubungi Phrisyll, tapi tak ada jawaban. Besoknya Ethelina mencari Phrisyll di kampus. Ia terus mencoba menghubungi Phrisyll sejak semalam, tapi sampai saat ini pun belum ada jawaban. Ethelina sangat menyesal karena sempat menghindari Phrisyll. Ia pikir itu jalan yang terbaik, tapi ternyata itu semakin menyakiti perasaan sahabatnya. Berkali-kali Ethelina mendatangi rumah Phrisyll, tapi tetap tidak ada. Ia merasa sangat jahat pada Phrisyll. Ia tau saat ini pasti Phrisyll sangat menderita. Sudah seminggu lebih Ethelina tidak mendapat kabar apapun dari Phrisyll. Ia sangat khawatir apa yang terjadi padanya. Phrisyll tidak kunjung kuliah, bahkan dia tidak ada di rumahnya. Telpon ke HPnya tidak pernah diangkat, di sms pun tidak di jawab. Sementara itu George masih saja terus berusaha mendekati Ethelina. Namun Ethelina selalu menjauh setiap melihatnya mau mendekat. Karena masih belum mendapatkan kabar dari Phrisyll, akhirnya Ethelina mengirim sms walau ia tau Phrisyl mungkin tidak akan membalasnya, tapi paling tidak Phrisyll membacanya.


"Phrisyll, kita harus bicara. Aku tau mungkin kau membenciku saat ini. Tapi kita harus menyelesaikan masalah ini, aku mohon, jangan bersikap seperti anak kecil. Aku sangat mengkhawatirkanmu. Kau sahabatku yang paling berharga. Datanglah ke taman tempat kita dulu sering bermain. Aku akan menunggumu"

Taman itu adalah taman kenangan bagi mereka berdua. Dulu waktu masih SD, mereka sering bermain di taman ini. Taman tempat mereka melepas tawa dan kesedihan bersama selama ini. Sudah 10 jam lamanya Ethelina menunggu Phrisyll di taman itu. Tapi Phrisyll tak kunjung datang. Sekarang sudah jam 1 malam, Ethelina harus segera pulang karena orang tuanya pasti sangat mencemaskannya. Akhirnya Ethelina hanya mengirim pesan suara untuk Phrisyll sebelum ia pulang.


"Aku tau kalau kau sangat membenciku. Itu sebabnya kau tidak mau datang kemari. Bukan hanya hari ini, mungkin selamanya kau tidak mau bertemu lagi denganku. Dan mungkin ini menjadi pesan terakhirku untukmu. Aku tidak yakin kenapa aku berbicara seperti ini, tapi aku rasa aku tidak akan pernah bisa bertemu denganmu lagi. Aku tau, aku telah melukai hatimu. Aku tidak pantas disebut sebagai seorang sahabat yang baik. Maafkan aku Phrisyll, meski kau sudah tidak menganggapku sebagai sahabatmu lagi, tapi bagiku kau akan menjadi sahabatku selamanya".

Dan ternyata benar, itu menjadi pesan terakhir Ethelina untuk Phrisyll sebelum ia meninggal. Ethelina tertabrak mobil saat hendak menyebrang. Kepalanya mengalami banyak pendarahan karena terbentur pinggir trotoar. Nyawanya tidak dapat ditolong. Ia meninggal didalam perjalanan menuju rumah sakit. Sampai hari pemakamannya pun Phrisyll tidak kunjung datang.

"Ethlina, maafkan aku. Selama ini aku sudah berusaha untuk memberitahumu. Tapi kau terus menghindariku. Mungkin kau membenciku karena aku telah melukai sahabatmu. Aku tau ini semua kesalahanku karena membuat kalian berdua menjadi seperti ini. Kau tau kenapa Phrisyll tidak datang menemuimu? Aku yakin Phrisyll pasti ingin datang menemuimu saat itu. Tapi kau harus tau, di malam saat aku memelukmu, di hari aku memutuskan hubunganku dengannya, dia datang untuk curhat padamu, mungkin saat itu Phrisyll melihat aku memelukmu dan dia merasa sangat emosi. Lalu saat perjalanan pulang, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Mobil Phrisyll menabrak pohon yang berada di tikungan tajam. Ia mengalami gegar otak, selama 2 hari koma akhirnya Phrisyll harus meninggal. Keluarganya sengaja tidak memberitahu siapapun, tapi adiknya memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi. Dan kau tau? Makammu tepat berada di sebelah makam Phrisyll. Kalian memang sahabat sejati. Aku mencintaimu Ethelina. Semoga kau dan Prhisyll bahagia disana"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar