Menatap cantik parasmu, mendengar indah suaramu, dan menyentuh lembut bibirmu adalah hal terindah yang pernah ku rasakan. Semua sungguh terasa sangat luar biasa. Nyaman saat dekat denganmu, merindu saat jauh darimu. Tertawa saat melihat candamu, menangis saat melihat amarahmu. Tersenyum, tertawa, menagis, dan memaki. Mencinta dan membenci. Perasaan tulus itulah yang ada di dalam hatimu untukku. Kau memberi warna indah di dalam hidupku yang kelabu. Kau pembawa keceriaan di dalam hidupku yang membisu. Dan kau penerang di dalam hidupku yang gelap. Kau begitu sempurna di mataku. Namun apa dayaku, aku tak sanggup menjagamu dengan baik.
Semua mulai terasa kosong saat kau harus pergi. Keceriaan yang dulu hadir di hidupku kini lenyap tak bersisa. Tak ku rasakan lagi hangat peluk tubuhmu. Tak ku dengar lagi canda tawa dirimu. Tak ku lihat lagi senyum manja di wajahmu. Kemana kau bawa pergi hidupku? Kau lah hembus nafasku. Kau lah detak jantungku. Kau lah denyut nadiku. Dan kau lah nyawaku. Kepergianmu membuatku kehilangan arti hidup. Arti hidup yang dulu tlah ku temukan, namun kini harus menghilang. Kemana harus ku temukan dirimu?
Memandang langit malam, menghirup udara pagi, dan berharap pada bintang jatuh. Berjuta tetesan air mata mengalir terurai. Beribu ucapan doaku terucap. Berkali pikiranku pergi jauh berkelana menciptakan lamunan sedih yang tak berujung tiap ku ingat dirimu. Aku selalu menanti akan sebuah jawaban yang tak pasti. Dimanakah dirimu kini berada? Mengapa kau tinggalkan aku seorang diri disini? Bahagiakah kau disana? Mengapa Tuhan harus mengambilmu begitu cepat?
Aku takut. Aku sangat takut saat kehilanganmu. Aku harus merelakanmu walau aku tak mau. Kau pergi begitu saja tanpa membawaku bersamamu. Aku sakit. Aku tertatih. Aku tak ingin kehilangan dirimu. Kau begitu berharga bagiku. Bukankah dulu kau berjanji untuk selalu bersama diriku. Kemana kah janji yang pernah kau ucap dulu? Tak berarti lagi kah janji itu? Semua kebahagian dan kepedihan yang kau berikan ini tak akan pernah ku lupa selamanya. Meskipun hanya sesaat ku memilikimu.
END//

Tidak ada komentar:
Posting Komentar